Tim Da’i Polri Madagoraya 2024 Berikan Kursi dan Sarkon kepada Ponpes Ittihaadul Ummah Parigi Barat

Dalam upaya mempererat hubungan dan membangun sinergi dengan masyarakat, Team Da’i Polri Madagoraya 2024 yang dipimpin oleh Aiptu Erwin melaksanakan kegiatan silaturahmi dan pemberian sarkon berupa kursi kepada Pondok Pesantren (Ponpes) Ittihaadul Ummah di Parigi Barat. Kegiatan ini merupakan inisiatif Satgas II Preemtif Ops Madago Raya sebagai bentuk kepedulian terhadap Ponpes di wilayah operasional.(Sabtu 20/1/2024)

 

Pemberian kursi dan sarkon tersebut diterima langsung oleh Pimpinan Ponpes, Ust.K.H. Muh. Qasim Abdul Madjid, yang turut dihadiri oleh seluruh pengasuh dan santri. Dalam kesempatan tersebut, Team Da’i Polri menyampaikan salam hormat dari Ka Ops Madago Raya 2024 serta Kasatgas II Preemtif kepada Pimpinan Pondok, dan berharap agar sarkon yang diberikan dapat bermanfaat dalam proses belajar mengajar di Ponpes.

 

Saat berbicara, Tim Da’i Polri menyampaikan niat baiknya untuk menjalin kemitraan yang hakiki dengan Ponpes, khususnya dalam upaya mencegah masuknya paham radikal di lingkungan pesantren. Mereka berharap Ponpes dapat menjadi motor penggerak dalam menangkal pengaruh paham radikal dan intoleran di kalangan santri.

 

Kepala Ops Madago Raya 2024, melalui Team Da’i, juga menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Satgas II Preemtif terhadap Ponpes di wilayah operasional. Sarkon yang diberikan diharapkan dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi para santri dalam proses pembelajaran.

 

Pimpinan Utama Pondok, K.H. Muh Qasim Abdul Madjid, mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan bantuan yang diberikan oleh Tim Da’i Polri. Beliau berdoa agar seluruh personel Satgas Ops Madago Raya 2024 tetap dalam lindungan Allah SWT, diberikan kesehatan, dijauhkan dari musibah dan marabahaya, serta sukses dalam menjalankan tugas operasi menjelang Pemilu 2024.

 

Semoga kegiatan ini menjadi langkah positif dalam membangun sinergi antara Polri, khususnya Tim Da’i Ops Madago Raya, dan Ponpes sebagai garda terdepan dalam mencegah penyebaran paham radikal dan intoleran di lingkungan pendidikan Islam.

Berita Terkait: