Silaturahmi dan Sambang di Desa Boyantongo, Dai Polri AJak Warga Mencegah Masuknya Paham Radikal Dan Intoleran

Tim Da’i Polri Satgas Madago Raya Tahap I 2024 melaksanakan kegiatan silaturahmi dan sambang kepada Kaur Pemerintah, Kadus 3, dan masyarakat di Desa Boyantongo, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Kegiatan ini dipimpin oleh Aiptu Erwin sebagai langkah preventif untuk mencegah masuknya paham radikal dan intoleran di wilayah tersebut.(Rabu 3/1/24)

Dalam kegiatan yang berlangsung penuh keakraban tersebut, Tim Da’i Polri Satgas Madago Raya Tahap I 2024 menyampaikan pesan-pesan keberagaman, persatuan, dan toleransi kepada seluruh lapisan masyarakat Desa Boyantongo. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya dalam pencegahan penyebaran paham radikal dan intoleran.

Aiptu Erwin sebagai pemimpin kegiatan menyampaikan bahwa silaturahmi dan sambang ini bertujuan untuk mendekatkan diri dengan masyarakat setempat. “Kami ingin membangun hubungan yang erat dengan masyarakat sehingga dapat saling berkomunikasi dan berkoordinasi dalam menjaga keamanan bersama,” ujarnya.

Selama pertemuan, Tim Da’i Polri Satgas Madagoraya Tahap I 2024 juga mengajak dialog terbuka dengan masyarakat setempat untuk mengetahui potensi-potensi konflik dan mencari solusi bersama. Kegiatan ini diharapkan dapat membentuk sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dalam menjaga situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Parigi Moutong.

Kaur Pemerintah Desa Boyantongo, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyambut baik upaya dari Tim Da’i Polri. “Kami sangat mengapresiasi kehadiran dan inisiatif dari Polri dalam menjaga keamanan di wilayah kami. Kolaborasi antara aparat keamanan dan masyarakat sangat penting untuk mencegah potensi konflik dan menjaga kedamaian bersama,” ungkapnya.

Dengan berakhirnya kegiatan silaturahmi dan sambang ini, diharapkan terjalin hubungan yang baik antara Polri dan masyarakat Desa Boyantongo. Tim Da’i Polri Satgas Madago Raya akan terus melaksanakan kegiatan serupa di berbagai wilayah sebagai bagian dari strategi pencegahan penyebaran paham radikal dan intoleran di seluruh Indonesia.

Berita Terkait: